Kurniawan, S.E., C.M.A., Ak., C.A., C.I.B.A., M.Ak.

kurniawan

Konten

Akuntansi Keuangan 1

Diposting pada 24 Sep 2019

Kategori: Mata Kuliah

Tinjauan Mata Kuliah Mata kuliah Akuntansi Keuangan Menengah merupakan salah satu mata kuliah perilaku berkarya yang bertujuan untuk memberikan kerangka dasar bagi mahasiswa yang ingin berkarier sebagai praktisi akuntansi keuangan maupun akademisi dalam mengembangkan ilmu akuntansi keuangan. Melalui mata kuliah Akuntansi Keuangan Menengah I, Anda akan mendapat kesempatan serta mengaplikasikannya dalam suatu usaha bisnis. Setelah mempelajari mata kuliah Akuntansi Keuangan Menengah I, Anda diharapkan mampu menganalisis laporan keuangan suatu usaha bisnis yang sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi, khususnya yang berkaitan dengan aktivitas operasional, aktivitas pembiayaan dan aktivitas investasi. Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai serta bobot SKS, mata kuliah Akuntansi Keuangan Mengengah I terdiri dari 9 modul yang pengorganisasiannya sebagai berikut: 1. Pelaporan Keuangan. Tujuan pokok bahasan ini adalah agar Anda mampu menerapkan konsep-konsep dasar akuntansi pelaporan keuangan. 2. Laporan Laba Rugi dan Laporan Perubahan Ekuitas. Tujuan pokok bahasan ini adalah agar Anda mampu menyusun Laporan Laba Rugi dan Laporan Perubahan Ekuitas. 3. Neraca dan Catatan atas laporan keuangan. Tujuan pokok bahasan ini adalah agar Anda mampu menerapkan konsep-konsep penyajian neraca dan catatan atas laporan keuangan. 4. Laporan Arus Kas. Tujuan pokok bahasan ini adalah agar Anda mampu menganalisis informasi yang terkandung dalam suatu laporan arus kas dan menarik suatu simpulan dalam analisisnya tersebut. 5. Kas dan Piutang. Tujuan pokok bahasan ini adalah agar Anda mampu menerapkan konsep-konsep dasar kas dan piutang serta perlakuannya dalam akuntansi. 6. Persediaan (Prosedur Harga Pokok). Tujuan pokok bahasan ini adalah agar Anda mampu menganalisis penerapan akuntansi persediaan berdasarkan prosedur harga pokok pada perusahaan dagang dan manufaktur. 7. Persediaan (Prosedur selain berdasarkan harga pokok). Tujuan pokok bahasan ini adalah agar Anda mampu menganalisis metode-metode penilaian persediaan yang menyimpang dari prosedur harga pokok. 8. Utang. Tujuan pokok bahasan ini adalah agar Anda mampu menganalisis pembiayaan dari utang, baik utang lancar maupun utang jangka panjang. 9. Investasi (Saham dan Obligasi). Tujuan pokok bahasan ini adalah agar Anda mampu menerapkan konsep-konsep investasi jangka pendek dan investasi jangka panjang dalam bentuk saham maupun obligasi serta perlakuannya dalam akuntansi. Agar lebih memudahkan dalam memahami mata kuliah ini, berikut disampaikan desain instruksional yang menggambarkan tujuan dari instruksional tiap topik bahasan dan kompetensi-kompetensi pendukung yang harus Anda kuasai untuk mencapai kompetensi utama mata kuliah ini. Dengan mempelajari setiap modul dengan cermat sesuai petunjuk yang ada serta mengerjakan semua latihan/tugas dan tes yang diberikan secara sungguh-sungguh, Anda akan berhasil dalam menguasai tujuan yang telah ditetapkan. Selamat belajar, semoga Anda sukses!

Menelisik Tata Kelola Pesantren Multi Bisnis

Diposting pada 24 Sep 2019

Kategori: Penelitian

Pesantren di Indonesia berkembang tidak hanya mengelola pendidikan juga mengelola berbagai usaha yang dimanfaatkan selain untuk praktik kewirausahaan santrinya juga bersifat sosial komersil melibatkan investasi pihak ketiga berasal dari para wali santri. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik model dan instrumen tata kelola (good governance) khas pesantren serta peran good governance tersebut dalam upaya pencegahan fraud. Menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus tipe deskriptif di pondok pesantren Riyadlul Jannah (PP Rijan) Pacet Kabupaten Mojokerto, pengumpulan data primer melalui wawancara mendalam, observasi dan data sekunder dari dokumentasi, kemudian validasi menggunakan triangulasi dan dianalisa melalui proses transkripsi dan penyandian. Dalam penelitian ini ditemukan beberapa hasil yaitu Pertama, PP Rijan memiliki 2 (dua) organisasi untuk mengelola kegiatannya yaitu Yayasan Bina Insani dan PT Rijan Dinamis Selaras yang menjadi instrumen tata kelola berciri unik pada penjaringan pengelola dengan mengggunakan 3 (tiga) kriteria khusus yakni: etos, etis dan loyal. Kedua, terdapat 6 karakteristik dalam tata kelola khas pesantren antara lain: transparansi, akuntabilitas, profesionalitas, tanggungjawab sosial, fungsi pengawasan syariah dan adab. Yang membedakan dengan prinsip tata kelola pada umumnya adalah: (1) karakter profesionalitas dimana meletakkan seseorang yang tidak hanya skillful namun juga berorientasi pengabdian dan mencari keberkahan, (2) tanggungjawab sosial, keberadaan pondok mampu menumbuhkan ketenangan, kepedulian dan kebaikan (rahmat), (3) fungsi pengawasan syariah, yang menelaah keseusaian dan kepatuhan pada syariat sebelum dan saat bisnis dijalankan (4) adab, penanaman nilai-nilai akhlak yang baik bersumber pada kitab ta�lim muta�alim dan akhlak lil banin wa lil banat membawa pengelola kegiatan untuk selalu menjaga perilaku baik. Disimpulkan bahwa tata kelola khas pesantren yang mengelola berbagai macam usaha komersil tidak meninggalkan asas tata kelola yang baik menurut KNKG kecuali asas independensi. Kearifan lokal tata kelola khas pondok pesantren dalam mengelola kelompok usaha yang berbasis religiusitas berperan dalam upaya pencegahan fraud bebentuk mitigasi sebagai wujud strategi anti fraud dimana pengelola tidak harus diawasi agar takut untuk tidak melakukan fraud. Kata kunci: tata kelola khas, pesantren multibisnis,pencegahan fraud.